laksana buih merpati menyebar
tuk menjemputmu dengan gelombang rasa gelisah cinta

merpatiku, kembalilah ke surga
kabar sudah kudengar jelas
semoga penciptamu mempertemukan aku denganmu disarang madumu kelak

usah bertanya ataupun berteka teki
menutup diri dengan tirai salju
yang tak bisa ditembus oleh manusia berhati beku
karena kekotoran hati
ataupun berhati panas karena kebodohan menilaimu
yang kan meruntuhkan istana keelokanmu

robinhood mu akan datang tapi tak menyelamatkanmu
tapi justru merekalah yang mencari jalannya sendiri
untuk diselamatkan dan diobati
hanya oleh putihnya qalbumu

jalan mana yang harus kami lalui?
berpijak pada bumi
atau bergelayut di langit

saat masa dimana kita berhasil sampai
kerinduan ini tlah pada puncak geloranya

senyum keramahan menyambut kami
cahaya wajahmu meronakan harapan
sinar matamu menerangi hati-hati kita yang tenggelam lama dalam kesunyian



Orang normal pada umumnya berbuat sesuatu pastilah ada maksudnya. Suatu bentuk kemustahilan orang berbuat tanpa tujuan yang jelas. Hanya ada dua orang yang berbuat apapun tanpa tujuan yang jelas, orang iseng dan orang gila. Meskipun orang iseng dapat dimasukkan pada klasifikasi orang normal tetapi keisengan akan menurunkan kredibilitas sebagaimana orang gila yang sudah mulai tak dipercaya orang. Maka berhati-hatilah terlalu sering iseng !
Tujuan perbuatan  yang dilakukan manusia ada bermacam-macam, sebut saja salah satunya bertindak karena orang lain. Tindakan yang kita lakukan akan bernilai positif hanya didepan orang yang kita tuju, tentu saja bila tindakan itu positif pula. Singkatnya penilaian orang lain adalah cermin perbuatan kita.
Berbeda halnya bila yang kita lakukan itu adalah karena suatu Dzat Yang Maha Mengenggam Jiwa. Perbuatan kita tidak hanya menjadi cermin datar yang memantulkan perbuatan kita secara sama persis. Bisa jadi perbuatan kita menjadi Cermin cembung yang memantulkan lebih besar bayangan yang ditangkap. Bahkan bisa menjadi sebuah kaca bening yang kita mampu menerawangnya hingga dalamnya kejernihan. Meski tak dipantulkan kaca yang jernih akan menciptakan kesan yang tenang.
Jika kita berbuat hanya untuk manusia sungguh kita akan mudah merasa jenuh dan lelah. Meskipun hal tersebut mendatangkan suatu kebanggaan dan kesenangan karena disanjung. Bahkan mungkin manusia dapat pula menilai negatif kerja dan usaha kita meski kita anggap itu hal yang positif dan maksimal yang dapat kita lakukan. Tak berarti apa-apa, tak ada yang menghargai …!! Marahlah kita, tapi sungguh disana terdapat pelajaran.
Perbuatan kita akan jauh lebih bermakna bila dilakukan dengan segenap hati mengharap ada yang menghargainya lebih dari manusia, yaitu Allah SWT. Karena kejernihan hati akan memberikan ketenangan dan kekuatan berlapis ikhlas. Entah ada yang memuji atau tidak perbuatan baik kita, tapi dengan enjoy kita yakin Tuhan tersenyum atas kebaikan kita dan ada Gift yang akan diberikan oleh Nya kelak. Allahu’alam bishawwab

Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.. Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Suatu malam saya menerima undangan malam persembahan angkatan baru di kampus. Awalnya, enggan sekali untuk datang memenuhi undangan tersebut. Tetapi, beberapa sms yang masuk seolah memaksa kedatanganku dan tak kuasa membendung rasa rindu ini pada dunia kampus. Dilema, itulah yang terjadi malam itu, antara senang dan sedih. Senang karena bisa melihat adek-adek kelas lepas tertawa dan bahagia tanpa beban, tapi sedih melihat diri sendiri yang terlalu cepat menjadi tua.
“Masa muda, masa yang berapi-api” begitu syair lagu bang haji rhoma irama, penyanyi berbakat sepanjang masa. Tahukah kawan, masa muda datangnya hanya sekali. Tetapi banyak orang yang membuang begitu saja kesempatan berlian ini, dan menggantinya dengan mandi dalam lumpur fatamorgana kehidupan. Pemuda tipe ini berdalih “mumpung masih muda” gunakan sesukamu.
Saya tidak mencela kegiatan senang-senang yang dilakukan anak muda, karena hal itu juga perlu didalam pengembangan kepribadian seseorang. Hal yang ditekankan disini lebih kepada tingkat kedewasaannya. Kedewasaan seseorang bisa diukur dari sikap mereka terhadap makna kehidupan.
Setiap dari perjalanan hidup ini mengandung makna yang dalam untuk dipelajari. Bahkan saat kita duduk di toilet sekalipun. Namun, naskah drama kehidupan yang dituliskan sempurna oleh Tuhan terlalu kita anggap remeh. Sebagian anak muda sepakat mengenai teori hidup itu masih panjang.
Saya beruntung sekali memiliki banyak tipe dari teman mulai dari yang paling alim dan taat hingga yang ekstrem mati karena overdosis narkoba. Perbedaan tipe itu adalah pelajaran untuk saya ambil hikmahnya (pesan Tuhan). Banyak pemuda yang hanya duduk-duduk di warung atau tempat nongkrong hanya untuk berbicara ngalor ngidul tak jelas. Ada pula yang terus menunda kelulusannya hanya karena takut statusnya menjadi pengangguran. Sungguh kasihan ! tapi itulah realitas, sulit dipaparkan pemahamannya dari otak ke otak.
Andai mahasiswa tahu kehidupan diluar adalah begitu kerasnya, mereka pasti menyesal. Tentu saja menyesal, karena tak pernah menempa diri di kampus sebelumnya. Ya, kampus adalah tempat yang paling ideal untuk menempa diri sebelum terjun ke palung kehidupan masyarakat nyata. Setidaknya 80% dari fresh graduated dari jurusanku adalah tak jelas profesinya saat ini. Termasuk aku, tapi aku bersyukur meskipun tak punya penghasilan tetap tapi tetap punya penghasilan.
Jadilah pelopor, jangan jadi pengekor. Tempa dirimu sekuat mungkin sebelum badai keras menyerat dalam lubang kebinasaan yang menghancurkan. Menyesal adalah kata yang tidak pernah ditemukan didalam kamus para pejuang kehidupan.
Semakin berkembangnya teknologi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan rapat tanpa langsung bertatap muka. Internet adalah media yang sering digunakan untuk rapat secara online, rapat melalui internet ini sering disebut dengan Net Meeting.
Media yang paling sering digunakan adalah aplikasi yang mampu menampilkan forum diskusi bersama dan interaktif tentunya. salah satu media yang sering digunakan adalah Yahoo messenger
melalui menu Conference-nya Yahoo Messenger mampu menyajikan prototipe rapat sesungguhnya meskipun dengan keterbatasan yang ada. Anda dapat menjadi moderator didalamnya, dapat juga bertanya jawab dengan yang anggota rapat yang lainnya. Kekurangannya adalah anda tidak bisa bertatap muka dengan masing-masing anggota rapat dan mendengarkan suaranya, sebagai gantinya anda dapat melihat tulisan-tulisan yang dibuatnya.

Bagaimana cara untuk membuat Yahoo conference?
mudah, caranya adalah pertama-tama anda harus memiliki account YM setelah log-in anda dapat masuk ke menu utama: Action >> Invite conference
setelah keluar jendela diskusi anda dapat mengundang teman2 yang akan anda ajak untuk berdiskusi di YM. setelah teman yang anda ajak menerima undangan anda sudah dapat memulai rapatnya/ diskusinya

untuk yang kurang terbiasa dengan Net Meeting (NM) ini, awalnya anda akan merasa kebingungan karena bila terlalu banyak peserta rapat moderator akan kebingungan didalam mengatur jalannya rapat sehingga kesimpulan rapat sulit didapatkan.
bila anda sebagai moderator, anda dapat menyiasatinya dengan menggunakan peraturan2 rapat, misalnya bagi anggota rapat yang akan berbicara harus dengan seizin moderator dan bila diizinkan anggota tersebut dapat memulai perkataanya/ tulisannya dengan angka 1 dan bila telah selesai dengan angka 2
hal ini ditambah dengan peraturan melarang adanya pembicaraan/ perkataan tanpa izin dari moderator.

NM sering sekali digunakan untuk rapat-rapat yang anggotanya sulit bertemu dan bertatap muka secara langsung, misalnya untuk Organisasi berskala Nasional.

Deskripsi Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui peningkatan mutu makanan yang dikonsumsi. Masih banyak masyarakat mengalami rawan gizi terutama anak-anak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah penyediaan bahan makanan berasal dari bahan serealia sebagai sumber karbohidrat dan kacang-kacangan yang merupakan sumber protein nabati.

Bahan Makanan Campuran (BMC) terbuat dari bahan kacang-kacangan dan tepung tempe yang diformulasikan sehingga memenuhi kecukupan nilai kalori dan gizi. Tempe merupakan hasil fermentasi kedele dan sudah sangat dikenal dengan keunggulannya baik nilai gizi maupun dari kandungnan bioaktifnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Kegunaan Sebagai bahan makanan campuran untuk membuat berbgai kue basah dan kering. Keuntungan teknis/ekonomis • Tahan lama
• Daya cerna protein tinggi, cocok untuk anak-anak dan manula
• Bergizi tinggi dengan kalori tinggi


sumber : inovasi lipi